Senin, 23 Mei 2016 - 15:32:05 WIB
OJK dan Sektor Jasa Keuangan Dukung Penyelenggaraan Sensus Ekonomi 2016 oleh BPS
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Profil - Dibaca: 156911 kali

Otoritas Jasa Keuangan, Jakarta, 8 April 2016: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) dan Badan Pusat Statistik (BPS) menyelenggarakan Sosialisasi Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2016 (SE2016) kepada pelaku di Sektor Jasa Keuangan, setelah sebelumnya melakukan sosialisasi secara internal kepada seluruh Kepala Kantor Regional dan Kantor OJK di daerah.

SE2016 merupakan amanat Undang-undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik dan Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Statistik, yang mana pada setiap tahun berakhir dengan angka 6 (enam) Pemerintah harus menyelenggarakan Sensus Ekonomi. SE2016 merupakan pelaksanaan yang ke-4.

Data hasil SE2016 sangat penting dan bermanfaat bukan hanya bagi Pemerintah tetapi juga bagi pelaku usaha. Bagi Pemerintah, hasil listing dan pendataan rinci SE2016 akan digunakan antara lain sebagai dasar perencanaan ekonomi, dan pengambilan kebijakan terkait dengan potensi ekonomi, peta penyebaran tiap sektor usaha, penyerapan tenaga kerja dan penghitungan nilai tambah yang lebih akurat. Sedangkan bagi dunia usaha, hasil listing SE2016 dapat digunakan antara lain sebagai dasar perencanaan pengembangan usaha, penentuan pangsa pasar, potensi pasar serta jumlah usaha sejenis.

Dalam sambutannya, Kepala Departemen Pengembangan Kebijakan Strategis OJK, Imansyah menyatakan bahwa pelaksanaan SE2016 akan mendukung implementasi Master Plan Sektor Jasa Keuangan Indonesia (MPSJI) yang telah diluncurkan awal 2016 pada acara Financial Executive Gathering (FEG) yang diselenggarakan oleh OJK, khususnya aspek kontributif. Masih rendahnya rasio Aset Bank, Aset Industri Asuransi, nilai kapitalisasi pasar saham di bursa maupun nilai outstanding obligasi negara dan obligasi korporasi terhadap PDB, jika dibandingkan negara-negara tetanga di ASEAN menunjukkan besarnya potensi industri jasa keuangan untuk terus bertumbuh dan berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi nasional. Dengan adanya data dan informasi yang lebih lengkap dan akurat mengenai kondisi ekonomi Indonesia diharapkan dapat disusun kebijakan yang bersifat counter-cyclical yang dapat meningkatkan kontribusi Sektor Jasa Keuangan guna mendorong pertumbuhan ekonomi.

Sejalan dengan hal itu, Kepala Departemen Statistik BI, Hendy Sulistiowati menyampaikan pentingnya pelaksanaan SE2016 untuk melengkapi hasil berbagai survei yang telah dilakukan oleh BI. Kebijakan moneter, sistem pembayaran dan makroprudensial akan efektif apabila didasari oleh data yang akurat dan komprehensif. Oleh sebab itu diharapkan response rate SE2016 khususnya dari Sektor Jasa Keuangan cukup tinggi.

Sementara itu, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Sasmita Hadi Wibowo menjelaskan pentingnya data hasil SE2016 antara lain untuk melengkapi perhitungan PDB nasional dan regional. Sektor Jasa Keuangan merupakan salah satu sektor dengan perkembangan yang cukup pesat dalam perekonomian Indonesia yaitu dari 4,68% di 2014, PDB sektor ini meningkat menjadi 8,53% di 2015, dengan share yang juga meningkat dari 3,87% terhadap total PDB 2014 menjadi 4,03% di 2015. Dengan demikian peranan sektor Jasa Keuangan sangat penting dalam perekonomian Indonesia.

Dengan dihadiri oleh perwakilan dari berbagai asosiasi di sektor perbankan, pasar modal dan industri keuangan nonbank, diharapkan sosialisasi ini dapat meningkatkan pemahaman dan menumbuhkan kesadaran para pelaku Sektor Jasa Keuangan akan pentingnya pelaksanaan SE2016 sehingga partisipasi pelaku Sektor Jasa Keuangan dalam mendukung suksesnya pelaksanaan SE2016 semakin meningkat. Pada gilirannya, hasil SE2016 diharapkan pula dapat mendukung upaya Indonesia memasuki era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang harus diantisipasi dan disikapi secara cermat dan cerdas.




    0 Komentar :